Al Qur'an

Q.S. An Nur/24 : 31

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya, dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya."

QS. Al Ahzab/33 : 59

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang."

Thursday, June 3, 2010

Suriah Larang dan Pecat Guru yang Mengenakan Cadar


Ratusan guru di Suriah yang mengenakan cadar wajah dipecat dari sekolah tempat mereka mengajar, karena menurut Menteri Pendidikan Suriah tindakan mereka yang mengenakan cadar tersebut dapat merongrong sekularisme negara, menurut laporan pers Selasa kemarin (29/6).

Tuesday, April 6, 2010

Toronto Star: Pelarangan Cadar Melanggar Prinsip Demokrasi


Surat kabar Kanada "Toronto Star" memaparkan posisi mereka terkait muslimah yang mengenakan cadar, yang dilatar belakangi oleh keputusan pelarangan wanita menggunakan cadar mendapatkan akses pelayanan publik di provinsi Quebec Kanada.

Wednesday, January 27, 2010

Parlemen Perancis Resmi Larang Cadar


Komite Parlemen Perancis pada hari Selasa kemarin (26/1) secara resmi merekomendasikan untuk menerapkan aturan berupa larangan mengenakan Burqa (cadar) di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah, transportasi dan angkutan umum.

Monday, January 11, 2010

Mahasiswi Kairo Kenakan Masker Bedah Supaya Bisa Ikut Ujian


Mahasiswi berniqab di Mesir melanjutkan perlawanannya terhadap larangan mengenakan niqab (cadar) saat ujian yang diberlakukan pemerintah Mesir. Para mahasiswi di Universitas Kairo, mengenakan masker yang biasa digunakan oleh para dokter saat melakukan pembedahan, sebagai ganti cadar yang dilarang oleh pemerintah Negeri Piramid itu.

Saturday, July 11, 2009

Musim Panas di Tunis, Operasi Anti Jilbab Sementara Ditiadakan

Kamis, 12/07/2007 11:35 WIB


“Selama musim panas tahun ini, saya bebas beraktifitas dan berjalan di mana-mana, tanpa ada pemeriksaan aparat keamanan seperti yang sudah-sudah dan telah disiapkan pemerintah untuk memeriksa para pemakai jilbab. ”

Seperti itulah ungkapan salah satu Muslimah berjilbab di Tunisia. Mereka adalah para pekerja Muslimah di sejumlah negara Teluk dan Eropa yang menikmati liburan musim panasnya dengan pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu.

Seorang perempuan Tunis, Ummu Laila, yang pulang dari salah satu negara Teluk mengatakan, “Pemerintah Tunis meringankan tekanan terhadap para pemakai jilbab sepanjang bulan-bulan liburan agar orang-orang seperti kami bisa menikmati liburan dan negara bisa mendapat masukan dari uang hasil pekerjaan kami di negara lain. ”

Ia lalu bercerita bagaimana tekanan yang dilakukan pemerintah Tunis terhadap perempuan berjilbab di hari-hari sebelumnya. Ia menyebutkan, aparat keamanan melakukan pemeriksaan sampai di bis-bis umum. “Hanya dengan salah satu di antara kami yang memakai jilbab menaiki kereta api atau bis umum, tidak lama kemudian akan datang aparat keamanan yang meminta kami melepaskan jilbab. Bila kami menolak ia akan menangkap dan membawa kami ke kantor polisi untuk diinterogasi karena sikap kami dianggap melanggar undang-undang. ”

Ada pula seorang muslimah bernama Nur usia 29 tahun. Ia masih duduk di kelas 3 SMU, secara kritis ia mengatakan, bagaimana pemerintah sangat pragmatis menyikapi masalah jilbab. “Masalah kelonggaran dan pengetatan peraturan itu ternyata sangat tergantung dengan pemasukan uang atau agar mereka yang datang dari luar Tunis tidak menceritakan berita miring tentang Tunisia saat pulang ke tempat bekerja di luar negeri. ” (na-str/iol)

Source : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/musim-panas-di-tunis-operasi-anti-jilbab-sementara-ditiadakan.htm