Al Qur'an

Q.S. An Nur/24 : 31

"Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya, dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya."

QS. Al Ahzab/33 : 59

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang."

Friday, April 8, 2011

Erdogan: Sulit Dipahami Kontroversi Jilbab di Prancis


Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Paris mengatakan: "Perancis harus menjadi negara sekuler yang berdiri pada jarak yang sama dari semua keyakinan agama," pernyataan tersebut yang merujuk pada serangan bom besar-besaran terhadap pemakai jilbab dan cadar yang ada di Perancis.
Erdogan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan sekelompok wartawan yang mengerumini dirinya, ia menyatakan bahwa "sulit untuk memahami" kontroversi atas pemakaian jilbab di Perancis, Erdogan mengatakan bahwa sistem sekuler seharusnya memungkinkan setiap orang untuk hidup sesuai dengan keyakinannya seperti yang ia yakini.

Thursday, April 7, 2011

Dilarang Berjilbab, Imane Mahssan Maju ke Pengadilan Banding


Imane Mahssan, remaja muslimah berusia 15 tahun, menyatakan banding atas keputusan hakim yang menyatakan bahwa sekolah Katolik Don Bosco berhak melarang Mahssan mengenakan jilbab.
Hari Senin (4/4), pengadilan menyatakan bahwa sekolah yang berlokasi di Volendam, sebelah utara Amsterdam itu, boleh menolak siswinya yang mengenakan jilbab. Menurut hakim yang memimpin persidangan, larangan mengenakan jilbab bagi siswi sekolah Katolik, sejalan dengan karakter sekolah yang berbasis ajaran Katolik.

Wednesday, April 6, 2011

Aneh, Sekolah Katolik Larang Siswi Berjilbab

Pengadilan Belanda menyatakan bahwa sekolah-sekolah Katolik boleh melarang siswinya mengenakan jilbab. Hakim pengadilan mengungkapkan hal tersebut dalam persidangan kasus jilbab seorang siswi muslim di sekolah Katolik Don Bosco College di kota Volendam.

Sekolah Katolik itu melarang Imane Mahssan, seorang siswi sekolah menengah pertama, mengenakan jilbab di sekolah. Imane lalu menggugat sekolahnya ke pengadilan yang akhirnya memenangkan pihak sekolah.

Dalam persidangan hari Senin (4/4), hakim pengadilan memutuskan bahwa Don Bosco College boleh melarang siswinya berjilbab. Menurut hakim, larangan berjilbab sesuai dengan karakter sekolah-sekolah yang berbasis ajaran Katolik Roma, yang melarang penggunaan simbol-simbol non-Katolik. Hakim pengadilan juga mengatakan bahwa larangan berjilbab tidak bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan tidak berarti sekolah bersangkutan melakukan diskriminasi atas dasar agama.

Don Bosco College memberlakukan larangan jilbab di sekolah sejak bulan September 2010, beberapa bulan setelah Imane meminta izin pada sekolahnya agar bisa mengenakan jilbab di sekolahnya. Setelah berbulan-bulan pihak sekolah tidak juga memberikan respon, Imane memutuskan untuk mulai mengenakan jilbab ke sekolah.

Pihak sekolah berdalih, meski mereka tidak merespon permintaan Imane dan menjelaskan secara terbuka kebijakan mengenakan jilbab di sekolah, Imane seharus menghormati tempatnya sekolah yang berbasis ajaran Katolik.

Sekolah Katolik yang menerapkan kebijakan melarang siswinya berjilbab dengan alasan sekolah itu berbasis ajaran Katolik, sebenarnya agak aneh, mengingat para biarawati Katolik juga mengenakan "jilbab". (ln/NRW)

Source : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/aneh-sekolah-katolik-larang-siswi-berjilbab.htm

Wednesday, March 16, 2011

Sekarang Bukan Hanya Geert Wilders Yang Melarang Jilbab

Seorang anggota parlemen Belanda dilaporka telah menyerukan untuk melarang perempuan Muslim mengenakan jilbab di tempat umum, dan ia menganjurkan ruang perdebatan publik tentang mengenakan jilbab.

"Saya sangat ingin ada perdebatan tentang kapan Anda boleh memakai jilbab," kata Jeanine Hennis, seorang anggota partai liberal VVD, kepada koran De Pers pada hari Selasa, (15/3) kemarin.

Anggota parlemen yang partainya berada dalam pemerintahan koalisi dengan Demokrat Kristen, mengatakan bahwa jilbab harus dilarang di universitas dan balai kota.

Dia berpendapat bahwa di universitas-universitas Turki yang mayoritas Muslim saja melarang pihak universitas melarang pemakaian jilbab, apalagi yang di negara-negara seperti Belanda.

Dalam kampanye untuk pemilihan 2 Maret, pemimpin partai PVV untuk Senat, Machiel de Graaf juga menyebut larangan pemakaian jilbab.

Pekan lalu, seorang siswa Muslim berusia 15 tahun di Volendam, Belanda, mengajukan gugatan terhadap sekolanya karena melarang dia dari mengenakan jilbab.

Seorang pekerja yang mengenakan jilbab juga dipecat oleh toko Hema di kota Belgia-Limburg.

Jadi, sekarang di Belanda, yang memerangi Islam bukan hanya Geert Wilders. (sa/onislam)

Source : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/sekarang-bukan-hanya-geert-wilders-yang-melarang-jilbab.htm

Friday, February 4, 2011

Hesse, Negara Bagian Jerman Pertama yang Melarang Cadar


Hesse, negara bagian Jerman, menjadi negara bagian pertama di Jerman yang secara resmi memberlakukan larangan penggunaan cadar bagi mereka yang bekerja di sektor layanan publik.
Menteri Dalam Negeri Hesse, Boris Rhein hari Rabu (2/2) menyatakan bahwa para pekerja di sektor layanan publik berkewajiban untuk menunjukkan sikap netral dalam masalah keagamaan dan afiliasi politiknya, oleh sebab itu, penggunaan cadar tidak bisa diterima.